Selasa, 26/8/2008
KOMPAS ENTERTAINMENT/Dok.Maxima Pictures
Genre: komedi
Produksi: Maxima Pictures
Produser: Chandra Lie
Sutradara: Saptadji
Penulis: Nestor Katanya
Pemain: Shareefa Daanish, Arie Untung, Meriam Bellina, Robby Tumewu, Edric Chan, Kiwil, Budi Andung.
Ini film komedi yang menyuguhkan kekonyolan para pemain sebagai bumbu utamanya. Diperkuat bintang-bintang kocak, seperti Yadi Sembako, Kiwil, Daus Sparo, dan Edric Chandra, yang belakangan dikenal sebagai pendukung acara komedi Extravaganza.
Film arahan sutradara Saptadji ini berkisah tentang petualangan seorang pemuda bernama Edric (Edric Chandra) mencari cinta. Mer (Meriam Bellina), sang bunda, berharap anaknya itu menjadi pria tulen yang bersanding dengan seorang perempuan sebagai istrinya kelak.
Keinginan keras ibunya tentu saja dipicu oleh kekhawatirannya atas kedekatan si anak dengan beberapa pemuda nyeleneh, seperti Ari (Ari Untung), Budi (Budi Anduk), dan Yadi (Yadi Sembako). Berkali-kali, ia memergoki putranya melakukan hal yang aneh-aneh. Inilah yang membuat si ibu menduga anaknya menyukai sesama jenis.
Untuk menghapuskan dugaan miring bunda Edric, sebuah ide konyol muncul dari salah seorang sahabat Edric, Ari. Ia menyarankan Edric membingkai gambar seorang foto model yang bloon, Sarifah (Shareefa Daanish), yang dicomotnya dari sebuah majalah, sebagai pacar “jadi-jadiannya”.
Dengan bangga Edric mengaku kepada Mer bahwa cewek yang ada dalam foto itu adalah kekasihnya. Mer tentu saja bangga dibuatnya. Sial bagi Edric, sang bunda justru memaksanya untuk segera menemuinya.
Cerita bergulir rancak. Kali ini datang dari Sarifah. Ia justru dijodohkan oleh ayahnya (Robby Tumewu), dengan seorang saudagar kaya bernama Daus Costner (Daus Sparo). Ia bukan perjaka, melainkan pria beristri. Jika dibanding-bandingkan, Sarifah yang model dan istri Daus yang gembrot (Pretty Asmara) jelas saja jauh berbeda. Karenanya, Daus begitu ngebet untuk mendapatkan Sarifah.
Singkat cerita, tanpa diduga Edric dan Sarifah bertemu di sebuah lapak koran. Adakah cinta memang telah ditakdirkan buat keduanya?
O, tentu tidak. Banyak konflik yang justru dihadirkan dan menjadi gimmick dari cerita yang ditulis Nestor Katanya itu. Cerita semakin kocak dengan tebaran kekonyolan dari karakter-karakter, yang diberi nama sesuai dengan nama para pemeran, yang semuanya tulalit dalam film tersebut.
Lalu bagaimanakah akhir perjalanan cerita ini. Apakah Edric mampu mempersembahkan yang terbaik untuk sang bunda? Atau apakah Daus berhasil merebut hati Sarifah? (C-05)