
Pramono: Pertemuan Panda dengan Miranda Hal Biasa
August 27, 2008
var so = new SWFObject(‘http://tv.kompas.com/video/mediaplayer.swf’,'mpl’,’298′,’225′,’8′);so.addParam(‘allowscriptaccess’,'always’);so.addParam(‘allowfullscreen’,'true’);so.addVariable(‘height’,’225′);so.addVariable(‘width’,’298′);so.addVariable(‘file’,'rtmp://stream.kompas-tv.com:443/default/’);so.addVariable(‘image’,'http://tv.kompas.com/images/stories/080611_l.jpg’);so.addVariable(‘id’,’080611_l’);so.write(‘player’);
JAKARTA, RABU - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Pramono Anung mengatakan bahwa lobi di luar Senayan (gedung DPR) itu biasa dilakukan oleh parpol sebelum pemilihan-pemilihan pejabat pemerintah dengan anggota dewan.
Oleh karena itu, pertemuan fungsionaris PDI-P Panda Nababan dengan Miranda Goeltom di Hotel Dharmawangsa merupakan mekanisme wajar. “Itu hal yang biasa sebelum pemilihan dilakukan oleh semua partai,” ujar Pramono sebelum debat capres yang diselenggarakan National Press Club di Jakarta, Rabu (27/8).
Dalam pertemuan itu, Pramono mengatakan pertemuan Panda dan Miranda bertujuan untuk mendengarkan pemaparan Miranda soal visi misinya jika terpilih sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Lobi itu sedikit banyak tentu menjadi bahan pertimbangan PDI-P untuk akhirnya mendukung Miranda menjadi Deputi Gubernur Senior terpilih. “Yang penting, Panda bilang pertemuan itu nggak ada hubungannya dengan uang,” tandas Pramono.
Mengenai laporan Agus Condro ke KPK, Pramono mengaku mendukung KPK untuk terus menindaklanjuti pengakuan tersebut. (LIN)
LIN
Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network